Sabtu, 28 Januari 2017

Rindu, dan Merinduimu

Senja di Dusun Bontokura Desa Bontotangnga Kec.Bontolempangang Gowa
Aku sempoyongan bertahan untuk tak menjamahmu dalam temu. Ada undakan didadaku yang menahan oksigen hingga nafasku tersengal. Aku ingin menemuimu dalam nyatanya duniaku, tapi nalarku menolakmu habis-habisan. Aku pun termangu merinduimu. Mencicipi manisnya rindu, membuka lembaran kenangan tentang senyummu yang berbinar dan beberapa kejutan lainnya.

Aku tetap aku yang berdiri dalam angkuhnya tentang rasa. Aku tetap diam bahkan ketika rindu akan membelahku tak berupa. Ini salahku yang tak memberimu bahagia hingga aku tak perlu ada dibagian hidupmu. Aku membatasi nafasku untuk berdiri disisimu. Aku menelan pil pahit mengingat beberapa linanganmu penyebabnya adalah aku.

Aku tetap aku yang setia menjadi tempat pulang jika kau menginginkannya. Hanya saja perlu kau tahu, aku sangat berhati-hati berlaku untukmu. Kau adalah bagian paling rentan untuk ku jadikan abu, hingga ku pikir tanganku ini adalah mesin penghancur hatimu.

Percayalah, aku berusaha baik ditengah rasa bersalah dan rinduku yang berkecamuk. Kau adalah bagian dari hidupku yang tetiba memikirkan untuk jadi baik. Juga beberapa alasan lainnya adalah kau.

Aku merindukanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar